Hubungan Internasional
 ASEP16
 

Internasionalisme merupakan kegiatan unggulan baru yang menjadi bagian dalam pengembangan diri peserta didik yang berupa:

a.         Keterlibatan peserta didik dalam proyek-proyek pendidikan dunia yang dikembangkan antar sekolah secara online dalam wadah iEARN, ASPNet UNESCO, Face to Faith maupun forum pendidikan dunia lainnya.

a)   Mengikuti projek Solidarity Message for Japan Tsunami Victims yang diadakan oleh ACCU Japan dan National Commision for UNESCO di negara-negara anggota UNESCO. Tujuan dari projek ini adalah mengirimkan pesan-pesan moral berbentuk poster, kartu pos, maupun surat dan puisi yang berisi dukungan, motivasi dan rasa empati atas musibah yang terjadi di Sendai, Jepang.

b)   Videoconference dengan Sonoma Academy, California dengan mengambil tema Festivals dilaksanakan dalam rangka interfaith discussion yang dimoderatori langsung oleh Face to Faith Organization dari Tony Blair Foundation yang berpusat di London.

c)    Videoconference dengan Dasi Senior High School, Taoyuen yang mengambil tema Self-Introduction sebagai bagian dari pelaksanaan Projek One Day in Our Life dan Cooking Project, yang merupakan projek-projek kolaborasi yang ditawarkan oleh iEARN (International Education and Resource Network).

d)   Ikut berpartisipasi dalam kegiatan Face to Faith’s SolidariTEA  dengan mengusung tema Lesehan for SolidariTEA dimana peserta didik dan guru duduk bersama dan membicarakan topik utama yaitu Hak Asasi Manusia. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam ini berjalan lancar dan mampu menggugah wawasan dan kesadaran peserta didik dan guru tentang pentingnya menghargai dan menghormati Hak Asasi Manusia lainnya.

b.        Keterlibatan peserta didik dalam pertemuan-pertemuan antar peserta didik dunia (youth forum) yang diselenggarakan oleh organisasi internasional seperti UN, UNESCO, iEARN, ASEP, dan ACCU.

a)      Mengikuti Kegiatan Asian Students Exchange Program (ASEP) 2011 di Kaohsiung, Taiwan, sebuah kegiatan homestay dan kolaborasi untuk mempresentasikan hasil penelitian bersama di depan para juri dan peserta dari 5 negara di Asia: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Tema ASEP 2011 adalah Justice and Human Rights dan delegasi SMA Labschool Cibubur berhasil  membawa pulang Platinum Award dari kolaborasi dengan Chung Cheng Armed Forces Preparatory School (CCAFPS) Taiwan.

Di Keikutsertaan kita yang kedua pada forum Asian Students Exchange Program (ASEP) 2012 yang bertemakan Competition and Collaboration, delegasi SMA Labschool Cibubur berhasil  membawa pulang Gold dan Platinum Award dari kolaborasi dengan Chung Cheng Armed Forces Preparatory School (CCAFPS) dan Siaogang Municipal Senior High School, Taiwan.

b)      Mengikuti kegiatan YouthCaN Environmental Conference yang diselenggarakan oleh iEARN-USA di New York, Amerika Serikat. Sudah dua kali SMA Labschool Cibubur mengikuti kegiatan ini. Pada partisipasi kita yang pertama, para peserta didik mempresentasikan hasil projek lingkungan hidup yang sudah dilaksanakan selama 3 bulan dengan bantuan dosen IPB yang bertema My Green School Zone, sedangkan pada keikutsertaan kita yang kedua, para peserta didik mempresentasikan proyek Vertical Garden. Pada kedua kesempatan tersebut, para peserta didik juga melakkukan kunjungan ke KBRI DC, World Bank, VOA, Harvard University, Boston University, MIT dan bertemu dengan banyak alumni Labschool dan mahapeserta didik Indonesia lainnya di sana

c)       (NIIOBS)

NIIOBS (Nihon–Indonesia Ibunka O Benkyou Suru) adalah program belajar bahasa dan budaya Jepang di sekolah bahasa di Jepang. Mereka bersekolah di suatu sekolah dan tinggal bersama masyarakat di Jepang. Program ini dilaksanakan sekitar bulan Juni-Juli  yang tidak mengganggu pelaksanaan belajar mengajar di kelas.

d)      Mengikuti Asian Youth Development Program in Okinawa (AYDPO) di Okinawa, Jepang yang diikuti oleh 54 peserta dari 14 negara. Kegiatan yang diselenggarakan oleh ACCU Japan ini merupakan kegiatan adalah sebuah program workshop yang membahas masalah lingkungan di dunia, termasuk yang menjadi topik bahasan tahun ini, air.

e)      Mengikuti 14th Lloret de Mar Folclore Festival dan XVIII Festival Internacional de Javea-Xabia di Spanyol. Peserta festival ini sekitar 25 peserta dari 20 negara.

f)       Mengikuti Cultural and Educational Mission to UK. Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk tampil pada Gamelanathon Festival di South Bank, berkunjung ke Northway School dan Mount Girl High School serta Oxford dan Cambridge University,  Parliament Building dan Bank of England. Mereka beruntung karena selah satu dosen dari Oxford University bersedia memberikan kuliah umum. Selain itu Duta Besar RI untuk UK berkenan bertemu dan menjamu mereka di kediaman resmi beliau di Wisma Nusantara.

pengembangan diri peserta didik yang berupa:

a.         Keterlibatan peserta didik dalam proyek-proyek pendidikan dunia yang dikembangkan antar sekolah secara online dalam wadah iEARN, ASPNet UNESCO, Face to Faith maupun forum pendidikan dunia lainnya.

a)   Mengikuti projek Solidarity Message for Japan Tsunami Victims yang diadakan oleh ACCU Japan dan National Commision for UNESCO di negara-negara anggota UNESCO. Tujuan dari projek ini adalah mengirimkan pesan-pesan moral berbentuk poster, kartu pos, maupun surat dan puisi yang berisi dukungan, motivasi dan rasa empati atas musibah yang terjadi di Sendai, Jepang.

b)   Videoconference dengan Sonoma Academy, California dengan mengambil tema Festivals dilaksanakan dalam rangka interfaith discussion yang dimoderatori langsung oleh Face to Faith Organization dari Tony Blair Foundation yang berpusat di London.

 

c)    Videoconference dengan Dasi Senior High School, Taoyuen yang mengambil tema Self-Introduction sebagai bagian dari pelaksanaan Projek One Day in Our Life dan Cooking Project, yang merupakan projek-projek kolaborasi yang ditawarkan oleh iEARN (International Education and Resource Network).

 

d)   Ikut berpartisipasi dalam kegiatan Face to Faith’s SolidariTEA  dengan mengusung tema Lesehan for SolidariTEA dimana peserta didik dan guru duduk bersama dan membicarakan topik utama yaitu Hak Asasi Manusia. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam ini berjalan lancar dan mampu menggugah wawasan dan kesadaran peserta didik dan guru tentang pentingnya menghargai dan menghormati Hak Asasi Manusia lainnya.

 

b.        Keterlibatan peserta didik dalam pertemuan-pertemuan antar peserta didik dunia (youth forum) yang diselenggarakan oleh organisasi internasional seperti UN, UNESCO, iEARN, ASEP, dan ACCU.

a)      Mengikuti Kegiatan Asian Students Exchange Program (ASEP) 2011 di Kaohsiung, Taiwan, sebuah kegiatan homestay dan kolaborasi untuk mempresentasikan hasil penelitian bersama di depan para juri dan peserta dari 5 negara di Asia: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Tema ASEP 2011 adalah Justice and Human Rights dan delegasi SMA Labschool Cibubur berhasil  membawa pulang Platinum Award dari kolaborasi dengan Chung Cheng Armed Forces Preparatory School (CCAFPS) Taiwan.

 

Di Keikutsertaan kita yang kedua pada forum Asian Students Exchange Program (ASEP) 2012 yang bertemakan Competition and Collaboration, delegasi SMA Labschool Cibubur berhasil  membawa pulang Gold dan Platinum Award dari kolaborasi dengan Chung Cheng Armed Forces Preparatory School (CCAFPS) dan Siaogang Municipal Senior High School, Taiwan.

                  

b)      Mengikuti kegiatan YouthCaN Environmental Conference yang diselenggarakan oleh iEARN-USA di New York, Amerika Serikat. Sudah dua kali SMA Labschool Cibubur mengikuti kegiatan ini. Pada partisipasi kita yang pertama, para peserta didik mempresentasikan hasil projek lingkungan hidup yang sudah dilaksanakan selama 3 bulan dengan bantuan dosen IPB yang bertema My Green School Zone, sedangkan pada keikutsertaan kita yang kedua, para peserta didik mempresentasikan proyek Vertical Garden. Pada kedua kesempatan tersebut, para peserta didik juga melakkukan kunjungan ke KBRI DC, World Bank, VOA, Harvard University, Boston University, MIT dan bertemu dengan banyak alumni Labschool dan mahapeserta didik Indonesia lainnya di sana

 

c)       (NIIOBS)

NIIOBS (Nihon–Indonesia Ibunka O Benkyou Suru) adalah program belajar bahasa dan budaya Jepang di sekolah bahasa di Jepang. Mereka bersekolah di suatu sekolah dan tinggal bersama masyarakat di Jepang. Program ini dilaksanakan sekitar bulan Juni-Juli  yang tidak mengganggu pelaksanaan belajar mengajar di kelas.

 

d)      Mengikuti Asian Youth Development Program in Okinawa (AYDPO) di Okinawa, Jepang yang diikuti oleh 54 peserta dari 14 negara. Kegiatan yang diselenggarakan oleh ACCU Japan ini merupakan kegiatan adalah sebuah program workshop yang membahas masalah lingkungan di dunia, termasuk yang menjadi topik bahasan tahun ini, air.

 

Putu Meitri (ke-4 dari kiri) mewakili Indonesia dalam kegiatan Asian Youth Development Program in Okinawa (AYPDO) 2012 yang diikuti oleh

 

e)      Mengikuti 14th Lloret de Mar Folclore Festival dan XVIII Festival Internacional de Javea-Xabia di Spanyol. Peserta festival ini sekitar 25 peserta dari 20 negara.

f)       Mengikuti Cultural and Educational Mission to UK. Seluruh peserta mendapat kesempatan untuk tampil pada Gamelanathon Festival di South Bank, berkunjung ke Northway School dan Mount Girl High School serta Oxford dan Cambridge University,  Parliament Building dan Bank of England. Mereka beruntung karena selah satu dosen dari Oxford University bersedia memberikan kuliah umum. Selain itu Duta Besar RI untuk UK berkenan bertemu dan menjamu mereka di kediaman resmi beliau di Wisma Nusantara.

                      

Peserta Cultural and Educational Mission sedang berdiskusi dengan para siswi dari Mount Girl High School

 

g)      20th iEARN Internationational Conference and 17th Youth Summit di Doha, Qatar. Kegiatan tahunan Iearn International ini berlangsung di Doha dan diikuti oleh 675 peserta dari 56 negara anggota iEARN. Selama kegiatan berlangsung para peserta didik  mengikuti workshop-workshop yang pembiacaranya adalah remaja-remaja dari seluruh dunia yang berbagi pengalaman mereka dalam melaksanakan sebuah projek kolaborasi. Selain itu, para peserta mendapat kesempatan untuk menarikan beberapa tarian tradisional pada acara cultural night dan farewell. Mereka juga mendapat kesempatan untuk berkunjung ke KBRI Doha dan bertemu dengan Bapak dan Ibu Duta Besar dan para satf KBRI yang ramah.