Penerimaan Siswa Baru SMA Labschool Jakarta Tahun Ajar 2018 - 2019
Rapat Kerja Guru & Karyawan SMA Labschool Jakarta
Kunjungan SMA Labschool Jakarta di Universitas Indonesia
Tim HMUN SMA Labschool Jakarta bersama duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat
Penampilan Tim Tari Tradisional di Kementrian Sekertariat Negara
Kegiatan Lari Lintas Juang Sejauh 17 KM dalam memperingati HUT Republik Indonesia
Pengkajian Islam Remaja di Da'arut Tauhid Bandung
Kegiatan Trip Observasi
Market Day "ELDEST" Melatih Jiwa Entrepreneur SMA Labschool Jakarta
"Coffe Corner" ngobrol santai dengan alumni tentang perkuliahan
Tim Asean Student Exchange Program SMA Labschool Jakarta di Kaosiung, Taiwan
"Last Run" Lari Kenangan Siswa Kelas XII SMA Labschool Jakarta
Studi Lapangan Siswa Kelas XI di Lombok
Orkestra Gabungan Siswa SMA Labschool Jakarta dengan Mahasiswa UNJ dalam Recital Piano 2018
Penampilan Siswa SMA Labschool Jakarta dalam Recital Piano 2018
Error
  • JFolder: :files: Path is not a folder. Path: C:\xampp\htdocs\smajakarta\images\berita\studi_banding_mpk
Notice
  • There was a problem rendering your image gallery. Please make sure that the folder you are using in the Simple Image Gallery plugin tags exists and contains valid image files. The plugin could not locate the folder: images/berita/studi_banding_mpk
BINA TAQWA PELAJAR INDONESIA(BTPI)
 Penghargaan diacara Bina Takwa Pelajar

Menyambut imbauan Bapak Presiden (Alm Soeharto, 1996) dalam rangka pembinaan pemuda, maka SMA Labschool Jakarta mengadakan Pesantren Kilat yang dikembangkan menjadi Bina Taqwa Pelajar Indonesia (BTPI) yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah dengan latar belakang agama yang berbeda. BTPI ini memiliki 5 (lima) tujuan: 1. Ketaqwaan, dengan melaksanakan sholat tahajud bagi yang beragama Islam dan melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah dan diikuti dengan kultum yang dipersiapkan oleh siswa peserta BTPI secara bergantian. Demikian pula dengan agama Budha yang melaksanakan Gongyo pagi dan sore, juga agama Kristen melaksanakan saat teduh serta agama Hindu yang memandang ajaran weda sebagai kebenaran yang tertinggi. 2. Budi Pekerti Luhur, melalui materi pengembangan kepribadian yang dipandu oleh lembaga psikologi perkembangan. 3. Rasa Rasionalisme dan disiplin, melalui materi bina mental juang dan handal jasmani yang dibimbing oleh Pembina dari Angkatan Laut RI. 4. Mental Keterpelajaran, melalui materi yang dibimbing oleh guru-guru Pembimbing. Semua materi diberikan melalui metode bervariasi yang menekankan partisipasi aktif peserta, sehingga terjadi internalisasi materi secara efektif. 5. Cinta Bahari, melalui materi dari TNI AL. Diharapkan para peserta dapat memahami dan mencintai laut Indonesia yang begitu luas dan kaya terhadap sumber daya alamnya. Kegiatan ini dilaksanakan pertama kalinya pada tahun 1996 dengan diikuti oleh sekitar 200 siswa yang berasal dari 17 sekolah di Jakarta. Dalam rangka melayani permintaan dari sekolah- sekolah di luar DKI Jakarta, maka pada tahun 2000 peserta BTPI diperluas dan diikuti oleh 30 sekolah se-Indonesia, di antaranya Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jambi, Samarinda, Bontang, Balikpapan, Makasar, Menado, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Papua dan tak ketinggalan pula dari Jabodetabek. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 (empat) hari, 3 (tiga) malam di atas kapal Perang milik TNI-AL, yang berlayar mengarungi kepulauan seribu menuju Gunung Krakatau.

Kegiatan BTPI ini diawali dengan paparan etika di kapal laut, seperti kata pepatah “Lain Ladang, Lain Ilalang. Lain Lubuk lain ikannya” Kehidupan di Kapal apalagi Kapal Perang TNI-AL pasti mempunyai etika yang berbeda dengan kehidupan di rumah atau di sekolah. Seperti contoh etika di ruang makan, setiap orang yang masuk ruang makan harus bersepatu, apabila bersandal, harus dibuka sandalnya seperti layaknya masuk masjid. Ketika makan, mereka yang sudah dapat makanan harus menunggu temannya untuk makan bersama-sama. Demikianpula dengan kegiatan lainnya seperti mengajarkan kedisiplinan sekaligus mengajarkan toleransi keberagaman agama, Pengembangan rasa kepedulian lingkungan, cinta bahari dilaksanakan di pulau dengan kegiatan outbound, diving, canoe dan boat. Kebiasaan tawuran bisa disalurkan dengan kegiatan ala militer, dimana sebelum kegiatan dimulai siswa diberikan pengarahan oleh komandan regu masing-masing, dimana mereka harus berstrategi, menjunjung tinggi kejujuran, sportifitas dan mempunyai satu tujuan menjaga NKRI bukan melakukan anarkis dengan sesama pelajar

Pin It
 

BERITA TERBARU