Apresiasi Pendidikan Keluarga Penghargaan Sekolah Keren 2017 Tingkat Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan SMP Labschool Cibubur
Jambore Dunia, Jepang. Pengalaman belajar, bersosialisasi, serta bersahabat dengan warga dunia
Kaderisasi Siswa Teladan Mandiri Indonesia (Ksatria)
Jalan Sehat Onelabs - semanat untuk nusantara
Kegiatan LC2JP 2016 - Labschool Cibubur Challenge Japan Program - Fukuoka - Tokyo
Grup tari dan musik tradisi DANADYAKSA BUDAYA SMP Labschool Cibubur meraih prestasi yang membanggakan pada ajang The 7th International Folklore Festival “INTERFOLK” 2014 yang berlangsung di kota Saint Petersburg, Russia, 14 – 18 November 2014.
Danadyaksa Budaya Indonesia - Juara 1 Grand Prix Festival Dancing Catalonia - Spanyol
Field Study 2014
Written by administrator_smpcbb   
Field Study1 

Field Study adalah kegiatan edukatif SMP Labschool Cibubur dari tahun ke tahun ke kota kembang, yaitu Kota Bandung. Field Study kali ini diikuti oleh seluruh siswa Angkatan IV SMP Labschool Cibubur yang sekarang duduk di bangku kelas 7 SMP. Field Study tahun ini diadakan pada 21 Oktober 2014, tepatnya pada hari Selasa.

            Para siswa Angkatan IV mulai berkumpul pukul 06.00 WIB di sekolah, tepatnya di hall, untuk melaksanakan kegiatan apel pelepasan Field Study 2014 sesuai dengan kelompok masing masing yang telah dibagi berdasarkan abjad dari kelas 7A7F. Pada apel tersebut, Pak Uswadin selaku kepala sekolah, Pak Wido selaku ketua panitia, dan Ibu Indira selaku Ketua BPS Labschool YP-UNJ memberi sambutan kepada siswa-siswa Angkatan IV.

            Setelah itu, para siswa beranjak ke lapangan parkir belakang sekolah untuknaik ke bus masing-masing. Disana terdapat 5 bus. Masing-masing bus terdiri atas 3 kelompok dengan jumlah sekitar 42 siswa dengan 2 guru pendamping. Di sepanjang perjalanan, bus selalu ramai. Ada yang bernyanyi, bercanda, makan, dan lain-lain. Tak terasa 3 jam berlalu. Para siswa Angkatan IV tiba di Bandung, tepatnya di Museum Puspa Iptek di Kota Baru Parahyangan. Di sana, para siswa melakukan eksperimen geyser dan mencoba alat-alat peraga ilmiah, contohnya kaleidoskop, sepeda di atas tali satu, dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan di sana.

            Hari menjelang siang, para siswa bergegas masuk ke bus untuk pergi ke Bale Seni Barli. Tempat itu adalah tempat pengembangan seni budaya Jawa Barat, seperti angklung, lukisan di atas kaca, dan wayang golek. Mereka mencoba bermain angklung dengan lagu yang dipersembahkan untuk para guru. “Aku kira bermain angklung itu susah, ternyata seru banget!” seru Sekar, salah satu siswi angkatan 4. Di sana, mereka juga mencoba melukis di atas kaca. Ada yang mendapat gambar minion, Winnie The Pooh, Minnie Mouse, ular, dan masih banyak lagi gambar yang disediakan.

            Selepas dari Bale Seni Barli, siswa-siswa Angkatan IV melanjutkan perjalanannya ke Museum Geologi yang terletak di dekat Gedung Sate. Namun, sebelum masuk kedalam Museum Geologi, mereka salat Ashar dijama’ dengan Zuhur terlebih dahulu di masjid yang dekat dengan museumnya. Barulah setelah sholat, mereka masuk ke dalam Museum Geologi. Didalam Museum Geologi, terdapat fosil-fosil hewan, batu-batuan, sejarah asal-usul perkembangan manusia di Indonesia,dan masih banyak lagi. Juga ada simulator gempa yang membuat siswa-siswa Angkatan IV rela mengantre panjang hanya untuk mencobanya. Setelah puas berkeliling di Museum Geologi, mereka berfoto di depan Museum Geologi.

            Setelah itu, kami bergegas masuk ke bus untuk kembali ke sekolah. Didalam bus, kami diberi burger untuk cemilan sore. Di luar sempat turun hujan yang cukup deras sehingga cukup mendukung untuk tertidur lelap setelah seharian beraktivitas. Bus-bus tiba di sekolah kurang lebih pukul 18.00 WIB setelah azan Magrib berkumandang. Kemudian, para siswa mulai bergegas pulang kerumah masing-masing. Hari itu akan selalu terkenang di hati masing-masing murid. 

            Adelia Ashakayla

                               Mahendradewi Dyah Sekartaji

7B